Category: News

  • Pangsa Widaya, Program Pemberdayaan PT Perta-Samtan Gas untuk Masyarakat Desa Pangkul

    Pangsa Widaya, Program Pemberdayaan PT Perta-Samtan Gas untuk Masyarakat Desa Pangkul

     

    JUDUL TULISAN : Pangsa Widaya, Program Pemberdayaan PT Perta-Samtan Gas untuk Masyarakat Desa Pangkul
    —————–
    Identitas Buku

    Judul Buku : Pangkul Desa Wisata dan Budaya
    Program Pemberdayaan Masyarakat
    PT Perta-Samtan Gas
    Tim Penulis : MSA Surya Negara, Andika, Candra Inara, Hary Maradona, dan Reza Prabudi
    Editor : Mumammad Harpani
    Penerbit : PT Perta-Samtan Gas
    Tebal buku : 32 hal
    Ukuran : 14,8 x 21 cm
    ISBN : –
    Cetakan : Oktober 2022
    Harga Buku : –
    ——————————-

    Review

    Program Pangkul Desa Wisata dan Budaya (Pangsa Widaya) merupakan program kepedulian sosial dari PT Perta-Samtan Gas di bidang pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan di Desa Pangkul Kecamatan Cambai Kota Prabumulih Provinsi Sumatera Selatan.

    Program Pangsa Widaya telah dilaksanakan sejak tahun 2017 dan masih terus berjalan saat ini dan sesuai perencanaan akan terus bergulir hingga tahun 2024.
    Selama perjalanannya, Program Pangsa Widaya ini menunjukkan perkembangan yang sangat berarti. Baik dari sisi keterlaksanaan teknis maupun capaian-capaian dari sisi ekonomis, lingkungan dan sosial kemasyarakatan.

    Buku ini menjelaskan sejauhmana program Pangsa Widaya ini telah dijalankan dan progress yang telah berlangsung sepanjang lima tahun terakhir ini.

  • Perta Samtan Gas  Menyerahkan Donasi Pembangunan Musholla dan Rumah Tahfiz & Dhuafa

    Perta Samtan Gas Menyerahkan Donasi Pembangunan Musholla dan Rumah Tahfiz & Dhuafa

    PRABUMULIH  – Bentuk kepedulian perusahaan, PT Perta-Samtan Gas (PS Gas) kepada masyarakat sekitarnya.

    Menyerahkan sejumlah donasi berupa bantuan pembangunan musholla, rumah tahfiz, dan dhuafa.

    Kegiatan ini dalam rangka Turn Around 2020, tidak hanya memberikan donasi. PS Gas juga mengelar doa bersama mengundang Ustadz Abdul Rozal di Extraction Plant (Kilang Ekstraksi) untuk memberikan tausiyah.

    “Doa bersama sengaja kita gelar, untuk memohon doa agar target produksi kita (PS Gas) bisa tercapai. Tidak hanya itu saja, tetap bisa berkontribusi dalam pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan,” ucap Presiden Direktur (PD), Waluyo. Donasi bantuan pembangunan Musolah Nur Siantap diterima langsung oleh Tamarudin dan donasi rumah tahfiz dan duafa Darul Mubin Ustad Syamsudi.

    “Semoga donasi bantuan kita berikan bermanfaat dan berguna bagi penerimanya,” akunya.

    Ia melanjutkan, pemberian donasi dan bantuan memang menjadi tanggung jawab perusahan. Akunya, perusahan rutin mengelontorkannya bagi masyarakat di sekitarnya. Rencana nya PSGas juga akan membangun Masjid di sekitar kilang untuk masyarakat.

    “Selama ini lewat program CSR, donasi dan bantuan kepada masyarakat rutin kita salurkan. Sebagai, bentuk kontribusi perusahaan,” pungkasnya. 

    Sementara itu, Tamaruddin, penerima bantuan pembangunan musholla mengucapkan terima kasih atas kontribusi PS Gas kepada masyarakatnya.

    “Musholla ini, akan kita rawat dengan baik. Karena, sangat bermanfaat bagi masyarakat menjalankan ibadahnya,” pungkasnya

  • Perta Samtan Gas Salurkan Bantuan 2 Unit Program Bedah Rumah 3 Beasiswa, dan Bantuan Masjid

    Perta Samtan Gas Salurkan Bantuan 2 Unit Program Bedah Rumah 3 Beasiswa, dan Bantuan Masjid

    PRABUMULIH – Kontribusi PT Perta Samtan Gas (PS Gas) terhadap Kota Nanas ini dan warga di sekitar ring 1 perusahaan, tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, hampir setiap tahun bantuan terus digulirkan lewat program Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti pada Kamis (22/10/2020), PS Gas kembali menyalurkan sejumlah bantuan diserahkan Wako, Ir H Ridho Yahya MM melalui Wawako, H Andriansyah Fikri SH bersama GM Operation Nurjali.

    Bantuan tersebut, berupa program bedah rumah 2 unit. Lalu, penyaluran 3 beasiswa mahasiswa AKAMIGAS Palembang, dan pembangunan masjid di wilayah perusahaan.

    GM Operation, Nurjali didampingi External Relation, Harry Maradona mengatakan, bantuan disalurkan ini merupakan tanggung jawab sosial perusahaan  melalui program CSR. “Di kondisi pandemi Covid-19 ini, perusahaan masih tetap berkontribusi lewat program CSR kepada masyarakat di sekitar perusahaan,” terangnya sebagai bentuk kepedulian dan perhatian serius perusahaan terhadap masyarakat dan pemerintah.

    Lanjutnya, bantuan diberikan itu jelas berguna dan bermanfaat bagi masyarakat penerimanya. Sehingga, benar-benar dirasakan keberadaan perusahaan. “Kita juga mohon dukungan kepada masyarakat, atas operasional perusahaan agar bisa terus beroperasi dan berbagi,” tukasnya.

    Sementara itu, Walikota (Wako), Ir H Ridho Yahya MM berterima kasih atas kepedulian dan kontribusi PS Gas baik kepada masyarakat dan juga Pemkot. “Harapan kita, PS Gas bisa menambah bantuan disalurkan. Sehingga, lebih banyak lagi masyarakat yang merasakannya,”tutupnya.

  • Setelah Panen Perdana, Koppaja Adakan Pelatihan Pengembangan Produk Aloevera

    Setelah Panen Perdana, Koppaja Adakan Pelatihan Pengembangan Produk Aloevera

    Prabumulih – Para gadis Koppaja (komunitas pemuda pangkul jawa) dan karang taruna desa Pangkul Jawa mengadakan pelatihan pembuatan sabun Aloevera. Kegiatan ini merupakan serangkaian program binaan CSR PT Perta Samtan Gas dalam upaya pengembangan ekonomi masyarakat desa Pangkul sebagai sentra budidaya Aloevera. 

    Harry Maradona selaku External Relation PT Perta Samtan Gas mengatakan” Desa Pangkul merupakan desa Proklim Mandiri, banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian serta mengiatkan kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dikomandoin oleh kelompok pemuda dalam hal ini yang tergabung dalam Koppaja dan Kalang taruna, Aloe Vera merupakan salah satu potensi yang ada di Desa Pangkul yang akan dikembangkan dengan hal ini kita melakukan pelatihan agar Aloe Vera bisa dikembangkan menjadi produk unggulan dari Desa Pangkul”

    Pelatihan pembuatan sabun dari Aloevera oleh Koppaja telah terlaksana pada Selasa, 07 Juli 2020 pukul 15.00-17.00 WIB di rumah salah satu petani Aloevera, Dusun V Desa Pangkul yang dinarasumberi oleh Desti Fajarini. Selain mengadakan pelatihan pembuatan sabun handmade, beliau juga memberikan penyuluhan kesehatan kulit, kecantikan dan pengunaan kosmetik.

    Sebagai narasumber Desti Fajarini menyampaikan kepada peserta mengenai kesehatan dan kecantikan kulit, serta bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan sabun, sifat masing-masing bahan, cara pembuatan sabun, manfaat dan efek dari penggunaan sabun yang bermacam macam bentuk dan sifatnya.

    Desti mengatakan “ada perbedaan antara sabun alami dan sabun beredar di pasaran, yakni pada bahannya. Sabun yang digunakan secara luas di masyarakat mengandung bahan kimia yang banyak menimbulkan efek samping. Jika dibandingkan di pasaran, harga sabun alami pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan sabun yang mengandung bahan kimia.

    “Padahal, jika sabun alami dapat dibuat sendiri untuk kebutuhan pribadi, hal tersebut dapat menghemat pengeluaran rumah tangga dan dapat memanfaatkan lidah buaya sortir untuk diolah menjadi produk bernilai jual. Bahan-bahan pembuat sabun alami yang sebenarnya sederhana dan banyak ditemui disekitar kita,” ungkap dia.

    Usai penyuluhan, peserta diajak secara langsung praktek membuat sabun batang atau padat handmade yang mudah dipraktekkan dengan bahan-bahan yang sederhana. Setelah pelatihan para peserta diberi tugas PR untuk mempraktekkan membuat sabun masing-masing dan menyetorkan hasil kreasi sabun buatannya pada pertemuan selanjutnya.

  • Perta Samtan Gas Berikan Bantuan Kepada Tenaga Medis Dan Masyarakat Berupa Masker, APD dan Paket Sembako

    Perta Samtan Gas Berikan Bantuan Kepada Tenaga Medis Dan Masyarakat Berupa Masker, APD dan Paket Sembako

    Prabumulih – Bentuk dukungan sekaligus kontribusi perusahaan melawan Covid 19 di wilayah Kota Prabumulih, PT perta samtan gas meyalurkan 1500 masker, 150 APD berupa Hazmat disposal beserta Google bagi tenaga kesehatan yang dibeikan langsung kepada Direktur RS Umum Prabumulih dr Hj Hesti Widyanigsih Mars, Hesti Menyampaikan, sampai saat ini RSUD masih sangat membutuhkan APD sebagai RS rujukan dalam penanganan Covid 19 di Prabumulih

    PT Perta Samtan Gas juga menyalurkan bantuan paket sembako kepada masyarakat sekitar kilang, bantuan secara simbolis diberikan kepada Lurah Anak Petai Fenti Marlina S.Si sebanyak 100 paket sembako dan 50 paket sembako kepada masyarakat di jalur pipa yang secara langsung diberikan kepada masyarakat yang terdampak,  Tokok masyarakat Lembak Bob Permana menyampaikan sangat berterima kasih kepada perusahaan yang memberikan bantuan paket sembako kepada masyarakat lembak, bantuan akan diberikan kepada warga lembak Yang membutuhkan.

    Bantuan diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu berapa paket sembako yang terdiri dari beras, mie instant, tepung, minyak, Kopi dan kebutuhan pokok lainnya Yang diharapkan dapat membantu masyarakat ketika pandemi COVID-19 masih berlangsung walaupun saat ini Prabumulih sudah memasuki zona Hijau.

    Lurah Anak Petai Fenti menyampaikan program bantuan paket sembako ini tentu sangat membantu bagi masyarakat untuk meringankan beban yang sulit ketika pandemi Covid 19, mewakili masyarakat dari Kelurahan Anak Petai kami sangat  berterima kasih kepada perta Samtan gas yang peduli dan memperhatikan masyarakat disekitar wilayah operasinya karena selama masa pandemi ini, tidak hanya paket sembako ini aja yang diberikan. Kegiatan penyemprotan disinfektan di wilayah anak petai hingga pembagian masker juga di lakukan perusahaan tambah ibu lurah

    GM Operation Nurjali melaului External Relations Perta Samtan Gas Harry Maradona menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran perusahaan Yang peduli kepada masyarakat diwilayah operasinya agar masyarakat merasa terbantukan dengan kegiatan dan program perusahaan pada saat penyerahaan bantuan.

    Kegiatan ini diharapkan tepat sasaran dan bermanfaat bagi masyarakat, dan perusahaan melalui program CSR nya akan selalu memberikan program dan kegiatan terbaik yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

  • PSGAS Dorong Wisata Ekologis Desa Pangkul

    PSGAS Dorong Wisata Ekologis Desa Pangkul

    Prabumulih – Komitmen PT Perta Samtan Gas (PSGas) untuk pengembangan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup semakin menguat. Salah satunya dengan menggerakkan sejumlah program di Desa Pangkul, Kecamatan Cambai, Kota Prabumulih, Sumatra Selatan.

    Berkat program pembinaan dan pemberdayaan yang dilakukan PSGas, warga desa ini aktif melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara terintrigasi. Tak heran jika pada tahun 2018, Pangkul berhasil meraih penghargaan program kampung iklim (proklim) tingkat Nasional untuk kategori Program Kampung Iklim Utama.

    PSGas terus berupaya melakukan perluasan, baik wilayah maupun penerima manfaat. External relations PT Perta Samtan Gas, Harry Maradona ketika diwawancarai mengungkapkan, “Kami belum merasa puas dan akan terus berupaya melakukan perluasan, baik wilayah maupun penerima manfaat. Selama masyarakat bersemangat untuk berkembang sesuai dengan sumber daya lokal, kami akan mendukung.”

    Menurut Harry, PSGas telah memulai program pengembangan Bank Sampah di kawasan Dusun V dan VI desa Pangkul sejak tiga tahun yang lalu. Pada tahun 2019, mereka memperluas wilayah dengan mengembangkan program kebun buah dan sayuran bersama kelompok petani setempat di wilayah Pangkul Perumnas.

    Untuk tahun 2020 ini, ada dua program yang dijalankan. Pertama, menjadikan Pangkul sebagai sentra budidaya aloe vera. Kedua, menggerakkan konservasi keanekaragaman hayati dengan tanaman eksotis lokal bernilai ekonomis sekaligus penyelamatan bantaran Sungai Kelekar.

    Kemarin, Sabtu (7 Februari 2020) kegiatan pencanangan konservasi dimulai dengan penanaman pohon durian. Penanaman melibatkan sejumlah pihak, perusahaan, pemerintah desa, KNPI Prabumulih, karang taruna, dan masyarakat umum. Tujuan jangka panjang dari program konservasi ini untuk mengembangkan kawasan Pangkul Dalam sebagai Desa Wisata Berwawasan Lingkungan atau Wisata Ekologis.

    “Untuk mencapai tujuan tersebut, selain bersinergi dengan pemerintah desa Pangkul, kami juga akan menggandeng Institut Agroekologi Indonesia (INAgri). Lembaga yang kami tahu telah banyak berhasil mengembangkan masyarakat dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia,” ungkap Harry yang didampingi salah satu pendiri sekaligus anggota Dewan Pembina INAgri, Syamsul Asinar Radjam.

    Senada dengan Harry, Kepala Desa Pangkul, Jakaria Hadi, menyatakan kegiatan penanaman di tepi Sungai Kelekar kawasan Pangkul Dalam ini adalah program jangka panjang. “Kita berharap, dalam tiga tahun gagasan ini terwujud dan selain memberi manfaat bagi pengembangan desa, peningkatan ekonomi masyarakat, dan merawat alam.”

    Jakaria juga mengemukakan untuk mewujudkan gagasan tersebut, telah disiapkan lahan kas milik desa seluas 2 hektar. Kawasan ini mewakili lansekap hutan, rawa, dan sungai. Di dalamnya juga terdapat makam leluhur desa yang sering dikunjungi peziarah dan dapat dikunjungi pewisata religi.

    “Kami sudah anggarkan sebagian Dana Desa untuk mewujudkan gagasan ini. Selain dana swadaya, kami juga membuka pintu untuk dukungan pendanaan, pemikiran, dan bantuan bentuk lain dari berbagai sumber. Termasuk dukungan Perta Samtan yang selama ini banyak mendukung Desa Pangkul,” beber Jakaria dengan penuh harapan.

  • National Seminar at Jambi University

    National Seminar at Jambi University

    Jambi, PT Perta-Samtan Gas (PSGAS) participated in a National Seminar at Jambi University, Vice President Director (VPD) of PSGAS Mr. Aris Mahendrawanto was the speaker with the theme Chemical Effort 2017: “The Role of Industry and Innovation in the Management of the Environment in Achieving Sustainable Development “.

    The Seminar was held at Balairung Jambi University on September 30, 2017, this activity was carried out by the Chemical Engineering Student Association of Jambi University.

    As a contribution of PSGAS in Education, Saturday (30/9) VPD PSGAS become speaker at Chemical Effort Seminar 2017 with theme “Role of Industry and Innovation in Management of Environment in Realizing Sustainable Development” held by Jambi University.

    VPD PSGAS Aris Mahendrawanto explained that the industry has an important role and innovation in environmental management and realizing sustainable development. Currently PSGAS in environmental management has implemented ISO 14001: 2015 environmental management system which has been certified by TuV Nord and implemented CSR 26000: 2010.

    The current education should be more implementing science gained and adapted to the industry so that students are ready to face the competition of the fast-paced industrial world. This activity also aims to introduce PSGas widely in education world.

    Besides VPD PSGAS Aris Mahendrawanto, Harry Maradona (External Relations) and Ristian January (Jr Process Engineer) also become speaker at the seminar.

  • Understanding Biodiversity

    Understanding Biodiversity

    Biodiversity is a complex unity of life in a certain region, above the surface of the earth. its discussion term covering all life forms, which can be scientifically grouped according to the scale of their biological organization.

    The Importance of Biodiversity :

    • One type is unable to perform various functions in supporting a life.
    • Harmonious life will occur when each component performs its function properly, and each component cannot replace other components.It helps us understand how life evolves and continues to grow.

    The various benefits provided by Biodiversity according to supporting human life on earth are :

    • Need, as a food source in agriculture, livestock, fish and seafood.
    • Biomedical Health and Research: coral reefs are home to thousands of species that can be developed into medicines to safeguard human health and to treat and cure diseases.
    • Balance of life and Industry: textiles, construction materials, cosmetics, etc.
    • Esther, Tourism and recreation: Beaches, forests, parks, ecotourism.
    • Bank balances to all life forms on earth.

    Indonesia is one Mega-biodiversity Country of 12 Mega-biodiversity Countries which contains about 75% of the Earth’s biodiversity are Brazil, Colombia, Ecuador, Peru, Mexico, Democratic Republic of Congo, Madagascar, China, India, Australia and Malaysia. Therefore, Indonesia has a special responsibility to conserve and manage biodiversity in Indonesia.

    Given the importance of biodiversity for life, what should be done is protecting, preserving, and developing the biodiversity of a particular region based on geographical considerations. Maintaining the diversity of ecosystems, species diversity and species gene diversity in each ecosystem, means maintaining the life tissue that sustains all living things.

    In his 1992 best-seller, “The Diversity of Life” Harvard University Biologist Edward O. Wilson – known as the “father of biodiversity” said, “It is reckless to assume that biodiversity can be reduced indefinitely without threatening humanity itself”.

    Biodiversity is an important part of ecological services that make life habitable on Earth. When biodiversity is disturbed, the feasibility of life is disturbed as well.

    When the biodiversity is destroyed and vanished, the earth is also lost and destroyed. And it is no longer fit for habitation.

  • Steps to Build a Safety Culture

    Steps to Build a Safety Culture

    Building  SAFETY Culture in the work area is a continuous process, it requires the support of all the lines. A positive attitude in developing Workplace Safety and Health (K3) will have a good impact in reducing the level of accidents in the work area.

     

    Define Rule and Responsibility

    Talk to all departments or sections about the roles and responsibilities toward all parts of safety. All levels of officer must have their respective roles and responsibilities in writing. Make the achievement of Safety as the KPI (key Performance Indicator) of each worker, so all of the employees have an interest in achieving safety performance.

     

    Communicate Company Vision and Mission

    Company Vision and Mission must be communicated to all employees, including to employees who become partners (sub contractor). Company Vision and Mission must include Workplace Safety and Health as the Goal that must be achieved. Vision and Mission must be written and signed by the highest officer in a company, and placed in an area that employees can read it easily.

     

    Increase All Workers Accountability

    Give the worker all the responsibilities to run the safety, create a responsible program so that all workers have accountability. Of course, this program must be measurable clearly, such as every employee must make a report of danger (Green Card / Stop Card / Hazard Report), JSA, HIRA, Inspection, Safety Talk, and so forth. Achievements must be calculated, so the performance of each level of workers on safety can be calculated.

     

    Incident Reporting

    Provide education and training to all workers about the importance of accident reporting, so workers are always willing to report all incidents experienced or seen. The report also covers almost misfortune or accident (near miss). Also teach all workers about Basic Life Support, Basic Fire Fighting, so workers are able to take immediate action while waiting for coming of the special team.

     

    Review Accident Investigation System

    Evaluate the Accident Check system as effective as posibble to find the root cause of the accident. Conduct training of all supervisors, so they can do investigate properly, because supervisors are the forefront knowing the situation and conditions of workers and work areas. Analyze all reports of accident checks, check out clumsiness and possible nonconformity of the accident cases causes.

     

    Provide Communications Center

    Give other options to support all employees providing feedback on improving safety at the company, always response these inputs, because if it does not, it will make employees will not be willing to give feedback again and tend to be indifferent to all the company programs.

     

    Build Trust

    It is need trust from all levels of workers in running the Workplace Safety and Health Program in a corporate environment, so build trust slowly. Make changes by changes with fully consideration, because the changes made suddenly will create a shock to the working atmosphere and decrease workers confidence. Building trust also can provide motivation or enthusiasm to all workers in implementing safety programs.

  • PSGAS Energy Saving

    PSGAS Energy Saving

    PT Perta Samtan Gas– Extraction Plant is one of the production refineries processing Natural Gas into Natural Gas Liquids (NGL) products as raw material for Liquefied Petroleum Gas (LPG) and Condensate.

    In conducting production process, Extraction Plant utilizes several supporting facilities (utility system) for the best quality NGL products. Significant support facilities used in Refinery Extraction are Fuel Gas and Electricity which are the highest energy consumption in PT Perta-Samtan Gas (PSGAS). The fuel gas energy is mostly used as fuel for major equipment such as Gas Engine Generator, Solar Turbine, and Heater. Electrical energy is mostly used in refinery production processes to drive electric motors.

     

    It can be seen that the most significant energy use is energy fuel that is equal to 71.96% of total energy use in processing Natural Gas Liquid (NGL). While significant energy users for fuel gas are located in the area of a��a��Feed & Lean Gas Compressor (Solar Turbine) and Gas Engine Generator (GEG). Energy efficiency activities that began to be done to reduce total consumption of fuel gas usage in Refinery Extraction is by installing fuel metering in every main equipment of gas fuel user. This is because the total fuel energy consumption is only read on the totalizer metering only so that the total fuel consumption is less accurate. Until now the installation of fuel metering is still on-progress, where the estimated completion at the end of 2017, so the calculation of energy efficiency can not be realized.

    After discussing the problem, the result of the energy conservation activity that is considered appropriate to pass the reduction of electric energy consumption is by installing Variable Frequency Drive (VFD) in NGL Pump B and trying to start installing timer on the lighting inside the Extraction refinery.

     

    From this innovation, the average energy usage intensity decreased by 133.152 KWh / Year or equivalent to 454 MMBTU / Year. Total savings earned from this program amounted to IDR 22,597,657.- / Year.