Category: Draft

  • Penghematan Energi PS Gas

    PT Perta Samtan Gas, Kilang Ekstraksi merupakan salah satu kilang produksi yang mengolah Gas Alam menjadi produk berupa Natural Gas Liquid (NGL) sebagai bahan baku pembuatan Liquified Petroleum Gas (LPG) dan Kondensat.

    Gambar 1. Skema Proses Produksi Kilang Ekstraksi

    Dalam melakukan proses produksinya, Kilang Ekstraksi memanfaatkan beberapa fasilitas pendukung (sistem utilitas) demi tercapainya produk NGL yang berkualitas. Fasilitas pendukung yang signifikan digunakan di Kilang Ekstraksi adalah fuel gas dan listrik. Dimana kedua sistem pendukung tersebut merupakan konsumsi energi tertinggi di PT Perta Samtan Gas. Energi fuel gas sebagian besar digunakan sebagai bahan bakar pada peralatan utama seperti Gas Engine Generator, Solar Turbine, dan Heater. Energi listrik sebagian besar digunakan di proses produksi kilang untuk menggerakkan motor listrik.

    Gambar 2. Profil Konsumsi Energi Pabrik Kilang Ekstraksi

    Dari Gambar 1.2. dapat dilihat bahwa penggunaan energi yang paling signifikan adalah energi fuel yaitu sebesar 71,96% dari total penggunaan energi di proses pengolahan Natural Gas Liquid (NGL). Sedangkan pengguna energi signifikan untuk fuel gas terletak pada area Feed & Lean Gas Compressor (Solar Turbine) dan Gas Engine Generator (GEG). Kegiatan efisiensi energi yang mulai dilakukan untuk menurunkan total konsumsi penggunaan fuel gas di Kilang Ekstraksi adalah dengan memasang fuel metering di setiap peralatan utama pengguna fuel gas. Hal ini dikarenakan total konsumsi energi fuel hanya terbaca pada totalizer metering saja sehingga total konsumsi fuel kurang akurat. Sampai saat ini pengerjaan pemasangan fuel metering masih on-progress, dimana estimasi penyelesaian pada akhir 2017, sehingga perhitungan efisiensi energi belum bisa direalisasikan.

    Gambar 3. Distribusi Konsumsi Energi Fuel di Kilang Ekstraksi

    Gambar 4. Distribusi Konsumsi Listrik di Kilang Ekstraksi

    Setelah dilakukan diskusi mengenai permasalahan tersebut didapatkan hasil yaitu kegiatan konservasi energi yang dianggap tepat untuk melalukan pengurangan konsumsi energi listrik adalah dengan melakukan penginstalan Variable Frequency Drive (VFD) di NGL Pump B dan mencoba mulai melakukan penginstalan timer pada lighting didalam kilang Ekstraksi. Dari inovasi ini, intensitas penggunaan energi rata-rata turun sebesar 133.152 KWh/Tahun atau setara dengan 454 MMBTU/Tahun. Total penghematan yang diperoleh dari program ini adalah sebesar Rp 22.597.657/Tahun.

  • Langkah Membangun Budaya Safety

    Langkah Membangun Budaya Safety

    Membangun Budaya SAFETY di area kerja merupakan proses yang berkesinambungan, hal ini membutuhkan dukungan dari semua lini. Sikap positif dalam mengembangkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akan berdampak baik dalam mengurangi tingkat kecelakaan di area kerja.

     

    Definisikan Peran dan Tanggung Jawab 

    Bicarakan dengan semua departemen atau section terkait peran dan tanggung jawab semua bagian terhadap keselamatan kerja. Semua level jabatan harus mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing yang tertulis. Jadikan pencapaian Keselamatan Kerja sebagai KPI (key Performance Indicator) masing-masing pekerja, sehingga semua karyawan memiliki kepentingan terhadap tercapainya performance safety.

     

    Komunikasikan Visi dan Misi Perusahaan

    Visi dan Misi perusahaan harus dikomunikasikan ke semua karyawan, tidak terkecuali sampai ke karyawan yang menjadi mitra kerja (sub Contractor). Visi dan Misi perusahaan harus mencakup Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Tujuan yang harus dicapai. Visi dan Misi harus tertulis dan ditandatangani oleh orang tertinggi di suatu perusahaan, dan ditempatkan pada area yang mudah dibaca oleh karyawan.

     

    Tingkatkan Akuntabilitas Semua Pekerja

    Berikan tanggung jawab kepada semua pekerja untuk menjalankan keselamatan kerja, buat program yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga semua pekerja memiliki akuntabilitas. Tentunya program ini harus terukur pencapaiannya, seperti setiap karyawan harus membuat Laporan bahaya (green card/Stop Card/Hazard Report), JSA, HIRA, Inspeksi, Safety Talk, dan lain sebagainya. Pencapaian harus dihitung, sehingga performance setiap level pekerja terhadap keselamatan dapat dihitung.

     

    Pelaporan Insiden

    Berikan pendidikan dan pelatihan ke seluruh pekerja tentang pentingnya pelaporan kecelakaan, sehingga pekerja senantiasa mau melaporkan semua insiden yang dialami atau dilihatnya. Kecelakaan ini sampai mencakup ke hampir celaka (near miss). Selain itu ajarkan semua pekerja tentang bantuan hidup dasar (Basic Life Support), Basic Fire Fighting, sehingga pekerja mampu melakukan tindakan langsung sambil menunggu tim khusus datang.

     

    Tinjau Ulang Sistem Investigasi Kecelakaan

    Lakukan evaluasi terhadap sistem Pemeriksaan Kecelakaan yang dilakukan sehingga benar-benar efektif dan mampu mencari akar masalah yang menyebabkan kecelakaan terjadi. Lakukan pelatihan terhadap semua pengawas agar mampu melakukan investigasi dengan benar, karena pengawas adalah garis terdepan yang mengetahui situasi dan kondisi dari pekerja dan area kerja. Lakukan analisa terhadap semua laporan pemeriksaan kecelakaan, periksa kejanggalan dan mungkin ketidaksesuaian penyebab yang diperoleh dengan kasus kecelakaan yang terjadi.

     

    Sediakan Wadah Komunikasi

    Berikan pilihan lain untuk mendukung seluruh karyawan memberikan masukan tentang peningkatan safety di perusahaan. Jangan pernah membiarkan masukan-masukan tersebut tanpa adanya respon karena akan membuat karyawan tidak akan rela untuk memberikan masukan kembali dan cenderung akan acuh terhadap semua program yang dijalankan perusahaan.

     

    Bangun Kepercayaan

    Dalam menjalankan Program Keselamatan dan Kesehatan kerja di suatu lingkungan perusahaan sangat membutuhkan kepercayaan dari semua level pekerja, untuk itu bangunlah kepercayaan secara perlahan-lahan. Lakukan perubahan demi perubahan dengan penuh pertimbangan, karena perubahan yang dilakukan secara mendadak akan membuat goncangan terhadap suasana kerja sehingga kepercayaan akan menurun. Membangun kepercayaan ini juga dapat memberikan motivasi atau semangat tersendiri kepada seluruh pekerja dalam melaksanakan program keselamatan kerja.

  • Beasiswa PS Gas

    Beasiswa PS Gas

     

    Prabumulih –

  • Perlombaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72

    Perlombaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72

    Prabumulih – PT Pertamina-Samtan Gas (PS Gas) turut memeriahkan HUT RI yang ke 72 dengan mengadakan beberapa perlombaan, diantaranya Lomba Joget Kursi, Lomba Tali, Panjat Pinang , Lomba Bola Paralon, Lomba Tarik Mobil, Lomba menyanyi, LombaA� Pidato , Lomba Joget Balon pada tanggal 18 Agustus 2017 di kilang ekstraksi Prabumulih.

    Perlombaan ini diikuti oleh para pekerja di lingkungan PS Gas.

    Dengan diadakan perlombaan tersebut harapannya, dapat mengenang dan meneladani jasa para pejuang yangA�telah gugur dalam merebut kemerdekaan Republik Indonesia.

    Generasi penerus bangsa diharapkan juga dapat mempertahankan kemerdekaan dengan berkarya dan bekerja dengan giat, dalam hal ini, meningkatkan produksi gas agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

  • Bantuan Penampungan Air 2.200 L Kepada Masjid Al-Mukmin

    Bantuan Penampungan Air 2.200 L Kepada Masjid Al-Mukmin

     

    Prabumulih Masjid menjadi pusat kegiatan masyarakat di banyak tempat di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Timbul masalah jika ketersediaan air tidak mencukupi, apalagi di musim kemarau, seperti yang dialami oleh Masjid Al-Mumin Muara Tiga Jalan Anggrek RT 01 RW 02 Kelurahan Anak Petai Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.

    Memperhatikan hal tersebut, maka PT Pertamina-Samtan Gas (PS Gas) melaui program CSR Peduli di Bidang Social, dalam hal ini bidang rohani, memberikan bantuan berupa tangki penampuangan air berkapasitas 2200 L kepada Masjid Al-Mumin pada tanggal 22 Juni 2017, GM PS Gas, Syaiful Anwar melalaui External Reltions PS Gas Hari Maradona, mengatakan bahwa PS Gas peduli terhadap warga sekitar perusahaan, dengan adanya CSR Program harapannya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

    Ketua Masjid Al-Mumin mengatakan bahwa bantuan berupa tangki penampungan air berukuran 2200 L ini sangat membantu warga sekitar, penampungan ini menjadji penunjang dalam wudhu dan aktivitas lainnya sehingga tidak ada kendala dalam pelayanan kepada jamaah masjid, khususnya yang berkenaan dengan penyediaan air bersih.

  • Bantuan Sembako ke Panti Asuhan Yayasan Wahdini

    Bantuan Sembako ke Panti Asuhan Yayasan Wahdini

    Prabumulih. Pada penghujung bulan Ramadhan 1438 H, tepatnya tanggal 28 Juni 2017, PT Perta-Samtan Gas (PS Gas) menyalurkan bantuan sembako kepada Panti Asuhan Yayasan Wahdini (PAYW), Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Prabumulih Timur, Kota Prabumulih, melalui program CSR PS Gas.

    Sebagai wujud kepedulian social masyarakat, khususnya anak-anak Panti Asuhan, momentum bulan Ramadhan ini digunakan PS Gas untuk berbagi sembako, dengan harapan bantuan tersebut dapat bermanfaat, khususnya dalam menyambut lebaran, karena itu sudah merupakan kewajiban PS Gas dalam memperhatikan warga yang kurang mampu di Kota Seinggok Sepembunyian. Begitu dijelaskan Syaiful Anwar GM PS Gas Prabumulih melalui External Relationship, Hary Maradona.

    Bantuan yang diberikan berupa beras, mie instan, minuman kaleng, minyak goring, kopi, teh, dan lain-lain. PS Gas berharap produksi gas dapat menigkat sehingga dapat memberikan bantuan yang lebih banyak lagi.

    Ketua PAYW, Jujuk Sukandi, menyatakan bahwa Yayasan sangat berterima kasih dan berdoa agar produksi gas PS Gas semakin berlimpah sehingga dapat menebar keberkahan dan manfaat yang lebih besar, juga menyatakan bahwa bantuan ini pasti sangat bermanfaat bagi warga panti.

  • Buka Puasa Bersama

    Buka Puasa Bersama

    Prabumulih – Dalam rangka menumbuhkan kecintaan terhadap bulan Ramdhan untuk meingkatkan ketakwaanA� dan menjadikannya sebagai momentum dalam meningkatkan persaudaraan dan kepedulian sosial, PT Pertamina-Samtan Gas (PSGas) melakukan Buka Puasa Bersama dengan tema “Perbaiki Diri, Perbanyak Amal Sholeh, dan Tebar Kebaikan” di Restoran Kampung Cemara pada tanggal 15 Juni 2017.

    Penceramah pada acara tersebut adalah H. Lukman Hakim Idrus B.A. yang mengingatkan bahwa bulan Ramadhan hanya datang satu kali setahun, supaya tidak merugi maka inilah waktu yang tepat untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, dan menebarkan kebaikan untuk mendapatkan berkah dan pahala dari sang Pencipta.

    Sementara VP PS Gas, Aris Mahendrawanto memberikan nasihat, walaupun pekerja puasa tetapi harus tetap semangat, dan berusaha meningkatkan produksi gas bagi kebutuhan masyarakat karena kebutuhan gas di bulan Ramadhan Cukup tinggi. Selain itu juga meningkatkan silaturahim dan komunikasi agar kerjasama tim semakin baik.

    Tampak hadir Asset II General Manager PT Pertamina EP Ekariza, Presdir PSGas Baek Weon Son, VP Bapak Aris Marhendrawanto, GM PS Gas Syaiful Anwar, dan pekerja di lingkungan PSGas.

  • Bulan Muharam memiliki banyak keutamaan, sehingga bulan ini disebut bulan Allah. Pada bulan ini, tepatnya 10 Muharram, Allah menyelamatkan Nabi Musa as dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun. Mereka memuliakannya dengan berpuasa. Kemudian Rosulullah SAW menetapkan puasa pada tanggal 10 Muharram sebagai rasa syukur atas pertolongan Allah.

    Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Karena di bulan Ramadhan, kita tidak hanya akan mendapat pahala dari amalan kita sendiri tapi juga bisa melipatgandaknnya dengan cara beramal untuk orang lain. Dalam berbagai riwayat yang disebutkan, Rasulullah SAW melakukan kebiasaan bersedekah di bulan ramadhan.

    Bulan Ramadhan adalah bulan penuh berkah, akan senantiasa lebih bermanfaat jika kita mengisi bulan ini dengan kegiatan yang positif. Salah satunya yaitu mengisi amaliyah Ramadhan dengan diadakanya kegiatan bakti social. Seperti kita ketahui bahwasanya momentum berbuka puasa bersama itu jarang kita temui selain dibulan yang suci ini, oleh karena itu PT. Perta-Samtan Gas menyelenggarakan acara buka puasa, santunan anak yatim/piatu, dan pemberian bantuan berupa penampungan air yang bertujuan untuk berbagi kebahagian dengan mereka yang membutuhkan dan meningkatkan fasilitas tempat peribadatan.

    Dasar Kegiatan

    1. Menyantuni fakir miskin merupakan kewajiban kaum muslim. Dan orang yang mengabaikannya dianggap sebagai pendusta agama. Dan diancam dengan azab neraka (QS Al Ma’un : 1-2) dan (QS Ad Dhuha : 9-11),
    2. Al-baqoroh Ayat 183 yang berbunyi a�?Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,a�?
    3. Bulan Ramadhan merupakan momen yang tepat untuk membangkitkan semangat berzakat, berinfaq dan bershodaqoh. Diantaranya dengan memberi santunan kepada anak yatim/piatu, fakir miskin, dan dhuafa,
    4. Barang siapa yang meberi makan orang yang berpuasa maka dia mendapatkan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun (HR. Tirmidzi).

    Tujuan Kegiatan

    1. Menumbuhkan kecintaan pada bulan suci Ramdhan serta mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat,
    2. Memberi perhatian kepada anak yatim/piatu dan kaum dhuafa sehingga dapat bergembira dalam menyambut hari raya idul fitri,
    3. Meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah Swt, serta meningkatkan ukhuwah islamiyah kepada sesama kaum muslim,
    4. Menjadikan Ramadhan sebagai momentum yang tepat untuk meningkatkan kepekaan dan kepedulian social.

    Waktu dan Tempat Kegiatan

    Kegiatan dilakukan selama bulan Juni (bulan Ramadhan) di sekitar wilayah operasi PT. Perta-Samtan Gas Kilang Ekstraksi, Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

    Bentuk Kegiatan

    1. Buka Puasa Bersama 1438 H/ 2017 M

    Lokasi             : Restauran Kampung Cemara

    Waktu              : 15 Juni 2017

    Dokumentasi   :

    2. Anjangsana Panti Asuhan di Bulan Ramadan 1438 H

    PT Perta-Samtan Gas Kilang Ekstraksi Prabumulih melakukan beberapa kegiatan di bulan suci Ramadan diantara nya melakukan anjang sana Panti Asuhan. Untuk kegiatan anjangsana Panti Asuhan di Bulan Ramadan 1438H Panti Asuhan Yayasan Wahdini yang menerima bantuan berupa paket sembako untuk membantu anak-anak panti yang berada di Jalan M Yusuf Wahid di wilayah Sukajadi Prabumulih Timur

    Lokasi                         : Yayasan Yatim Piatu Wahdini

    Waktu                          : 21 Juni 2017

    Bentuk bantuan           : Sembilan bahan pokok (sembako)

    Dokumentasi               :

    3. Bantuan Tempat Penampungan Air ke Masjid Al Mukmin

    Untuk mewujudkan sarana penunjang air bersih untuk berwudhu dan penunjang kegiatan masjid. PT Perta-Samtan Gas Kilang Ekstraksi memberikan bantuan berupa drum penampung air yaitu Tedmon 2200 liter ke Masjid Al-Mukmin di Jalan Anggrek RT 01 RW 02 Muara Tiga Kelurahan Anak Petai Prabumulih Utara.

    Dalam Program CSR PT Perta-Samtan Gas sangat memperdulikan dan memperhatikan keperluan atau kebutuhan masyarakat di lingkungan sekitar perusahaan guna mendorong kesejahteraan bagi masyarakat.

    Lokasi                         : Masjid Al Mukmin

    Waktu                          : 22 Juni 2017

    Bentuk bantuan           : Penampungan air (2200 liter)

    Dokumentasi               :

  • Langkah Membangun Budaya Safety

    Langkah Membangun Budaya Safety

    Zero Accident

    Membangun Budaya SAFETY di area kerja merupakan proses yang berkesinambungan, hal ini membutuhkan dukungan dari semua lini. Sikap positif dalam mengembangkan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) akan berdampak baik dalam mengurangi tingkat kecelakaan di area kerja.

    1. Definisikan Peran dan Tanggung Jawab (Rule and Responsible)

    Bicarakan dengan semua departemen atau section terkait peran dan tanggung jawab semua bagian terhadap keselamatan kerja. Semua level jabatan harus mempunyai peran dan tanggung jawab masing-masing yang tertulis. Jadikan pencapaian Keselamatan Kerja sebagai KPI (key Performance Indicator) masing-masing pekerja, sehingga semua karyawan memiliki kepentingan terhadap tercapainya performance safety.

    1. Komunikasikan Visi dan Misi Perusahaan

    Visi dan Misi perusahaan harus dikomunikasikan ke semua karyawan, tidak terkecuali sampai ke karyawan yang menjadi mitra kerja (sub Contractor). Visi dan Misi perusahaan harus mencakup Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Tujuan yang harus dicapai. Visi dan Misi harus tertulis dan ditandatangani oleh orang tertinggi di suatu perusahaan, dan ditempatkan pada area yang mudah dibaca oleh karyawan.

    1. Tingkatkan Akuntabilitas Semua Pekerja

    Berikan tanggung jawab kepada semua pekerja untuk menjalankan keselamatan kerja, buat program yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga semua pekerja memiliki akuntabilitas. Tentunya program ini harus terukur pencapaiannya, seperti setiap karyawan harus membuat Laporan bahaya (green card/Stop Card/Hazard Report), JSA, HIRA, Inspeksi, Safety Talk, dan lain sebagainya. Pencapaian harus dihitung, sehingga performance setiap level pekerja terhadap keselamatan dapat dihitung.

    1. Pelaporan Insiden

    Berikan pendidikan dan pelatihan ke seluruh pekerja tentang pentingnya pelaporan kecelakaan, sehingga pekerja senantiasa mau melaporkan semua insiden yang dialami atau dilihatnya. Kecelakaan ini sampai mencakup ke hampir celaka (near miss). Selain itu ajarkan semua pekerja tentang bantuan hidup dasar (Basic Life Support), Basic Fire Fighting, sehingga pekerja mampu melakukan tindakan langsung sambil menunggu tim khusus datang.

    1. Tinjau Ulang Sistem Investigasi Kecelakaan

    Lakukan evaluasi terhadap sistem Pemeriksaan Kecelakaan yang dilakukan sehingga benar-benar efektif dan mampu mencari akar masalah yang menyebabkan kecelakaan terjadi. Lakukan pelatihan terhadap semua pengawas agar mampu melakukan investigasi dengan benar, karena pengawas adalah garis terdepan yang mengetahui situasi dan kondisi dari pekerja dan area kerja.

    Lakukan analisa terhadap semua laporan pemeriksaan kecelakaan, periksa kejanggalan dan mungkin ketidaksesuaian penyebab yang diperoleh dengan kasus kecelakaan yang terjadi.

    1. Sediakan Wadah Komunikasi

    Berikan pilihan lain untuk mendukung seluruh karyawan memberikan masukan tentang peningkatan safety di perusahaan,  jangan pernah membiarkan masukan-masukan tersebut tanpa adanya respon karena akan membuat karyawan tidak akan rela untuk memberikan masukan kembali dan cenderung akan acuh terhadap semua program yang dijalankan perusahaan.

    1. Bangun Kepercayaan

    Dalam menjalankan Program Keselamatan dan Kesehatan kerja di suatu lingkungan perusahaan sangat membutuhkan kepercayaan dari semua level pekerja, bangunlah kepercayaan secara perlahan-lahan. Lakukan perubahan demi perubahan dengan penuh pertimbangan, karena perubahan yang dilakukan secara mendadak akan membuat goncangan terhadap suasana kerja sehingga kepercayaan akan menurun.

    Membangun kepercayaan ini juga dapat memberikan motivasi atau semangat tersendiri kepada seluruh pekerja dalam melaksanakan program keselamatan kerja.